Gegara Koper, Adik Bekap Abang Kandungnya Hingga Tewas

0
317

SIMALUNGUN | BERITA A1

Aksi keji karena dilatarbelakangi sakit hati membuat RS (47) tega mengikat dan membekap abang kandungnya Asdadorna Sijabat (53) hingga tewas. Usai membunuh kakaknya, pelaku pun berhasil dibekuk Sat Reskrim Polres Simalungun di kediamannya.

Iklan
Iklan

Kejadian bermula saat RS warga Lingkungan II Sarimatondang, Kelurahan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun itu kesal karena ketiga anaknya melaporkan bahwa Asdadorna marah-marah dan mengancam akan membunuhnya dan keluarganya karena telah merusak koper menantunya yang baru pulang dari Bandung.

Tak terima dengan pengaduan anaknya, Senin (05/12/2022) malam, RS ke warung untuk membeli tali rafia (tali plastik, red) yang akan digunakan untuk menjalankan aksinya. Keesokan harinya, Selasa (06/12/2022) sekira pukul 08.00 WIB, RS mendatangi abangnya itu yang saat itu berada di depan pintu belakang rumahnya.

Secara membabi buta, RS mencekik abangnya dari depan seraya mendorong abangnya itu hingga terjatuh dan RS yang dipenuhi emosi itupun mengangkat abangnya ke tempat tidur dan membekapnya dengan selimut. Tak puas, RS kemudian mengambil tali yang ia sudah siapkan di kantong celananya untuk mengikat tangan dan kaki korban, kemudian RS memukuli dada dan wajah korban hingga korban tak bergerak.

Usai melakukan aksinya, pelaku sempat pulang ke rumahnya untuk sarapan. Setelah mengisi perut, RS dengan santainya mendatangi korban untuk memastikan kondisinya. Setelah dipastikan meninggal, RS membuka ikatan tali dan menutupi tubuh abangnya itu dengan selimut yang ia pakai untuk membekap. Setelah memastikan semuanya, RS pergi ke ladang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Hari itu juga, anak korban menemukan orang tuanya tak bernyawa di tempat tidur rumahnya. Hal ini pun dilaporkan ke pihak Kepolisian dan pihak kepolisian Resor Simalungun yang mencurigai ada kejanggalan mulai melakukan penyelidikan. Di hari itu juga, tepatnya sekira pukul 17.00 WIB, RS diamankan di kediamannya dan ia mengakui perbuatannya.

Kapolres Simalungun, AKBP Ronald FC Sipayung melalui Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo membenarkan kejadian tersebut. Dan dari keterangan yang diperoleh dari warga sekitar, antara korban dengan pelaku sering terlibat perselisihan. “Saat ini pelaku sudah kita amankan dan kita masih mintai keterangannya,” kata Kasat singkat. (DN)