Peringati Hari Lahir Pancasila. Kalapas : Jadikan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

0
81

SIMALUNGUN | BERITA A1

Lapas Kelas IIA Pematangsiantar yang beralamat di Jalan Asahan Km VII, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, laksanakan Upacara Hari Lahir (HARLA) Pancasila Tahun 2023, Kamis (1/6/2023) sekira pukul 08.00 WIB, dalam kesempatan itu, Kalapas mengajak seluruh seluruh pegawai untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai Pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan.

Iklan
Iklan

Dalam rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2023 ini mengangkat thema, Gotong royong membangun peradaban dan pertumbuhan Global.

Diawali dengan penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, dan Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan mengheningkan Cipta, dipimpin oleh Inspektur Upacara.

Dilanjutkan pembacaan Teks Pancasila dipimpin oleh Inspektur Upacara, diikuti oleh seluruh peserta upaca. Pembacaan Teks Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam Upacara itu, Amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Peringatan Harla Pancasila dibacakan oleh Kalapas Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Pithra Jaya Saragih, menyebutkan bahwa. “Para pendiri Bangsa Indonesia mencetuskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dan sejak kelahirannya sampai hari ini Pancasila adalah kekuatan kita untuk berjuang membangun cita-cita kita,” kata Presiden Indonesia dalam amanat yang dibacakan oleh Kalapas.

“Selain itu Pancasila menjadi pengingat kita bahwa di tengah semua situasi dan kondisi, kedaulatan Indonesia berdasar pada keadilan sosial dan persatuan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila pada hari ini merupakan awal yang baik untuk menyatukan cita-cita dan langkah kita ke depan,” lanjutnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini perlu kita jadikan momentum untuk merefleksikan hal-hal yang telah dan harus kita lakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di masa kini dan bangsa yang tangguh di masa yang akan datang.

“Selama ini upaya yang kita lakukan lebih berfokus pada hasil akhir dan mengesampingkan integrasi sosial budaya dan pelestarian lingkungan,” sambung Kalapas.

Selanjutnya kemerdekaan dalam belajar, berkarya, kemerdekaan dalam berbudaya akan melahirkan generasi pelajar Pancasila, yaitu sosok pembelajar sepanjang hayat, yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan Global, mampu bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Para pelajar Pancasila Itulah yang akan meneruskan tongkat estafet pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan berkeadilan di masa depan.

Dalam kegiatan itu, sebagai Inspektur Upacara Kalapas Pithra Jaya Saragih, Perwira Upacara Bohera Pardede, Ajudan Inspektur Upacara, Gideon Limbong, Komandan Upacara, Erikjen Silalahi, Pembacaan UUD 1945, Rizal Hutasoit dan Petrus Manullang, doa dibawakan oleh Umar Arisandi. Kegiatan juga dirangkai dengan perlombaan Pakaian adat yang diikuti para petugas Lapas Kelas IIA Pematang Siantar. (DN)