Sekjend FKPPI 0216 Kota Pematangsiantar : Masyarakat Itu Bukan Musuh Tapi Mereka Perlu Di Bantu

0
563

PEMATANG SIANTAR | BERITA A1

Merebaknya rekaman video yang berdurasi 2 menit 23 detik menampilkan Sekelompok orang layaknya Premanisme melakukan pengrusakan bangunan di lahan yang ada di Kelurahan Tanjung Tonga Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar menjadi perbincangan dikalangan masyarakat Kota Pematangsiantar.

Iklan
Iklan

Informasi dari masyarakat yang berhasil dihimpun oleh para awak media, diperkirakan ketika terjadi pembicaraan antara sekelompok orang dengan pekerja bangunan yang ada di Tempat Kejadian Perkara (12/07/2023), ada beberapa orang masyarakat yang waktu itu melintas di Polsek memberitahukan bahwa ada terjadi keributan ditanah saudara Tumpal Perdede, masyarakat itu menyampaikannya sambil berlalu begitu saja di depan Polsek terdekat yang kebetulan didepan Polsek terdekat ada beberapa polisi yang sedang berdiri, karena tidak mendapat respon dari Polisi, warga tersebut berlalu begitu saja, “pak, disana ada keributan” ungkap seorang warga menirukannya sehingga warga yang mendengar berita itu langsung ke Tempat Kejadian Perkara.

Dan diketahui dari salah seorang masyarakat setempat yang bernama Jali bahwa Tumpal Pardede mendirikan bangunan dilahannya sendiri yang dibelinya dari Almarhum Wagiran pada Tahun 2010 silam dan sudah diaktakan pada Notaris Juliana yang berkantor di Jalan Ade Irma Suryani Pematangsiantar, ”Saya tau persis tanah itu memang milik Tumpal pardede yang di beli dari Wagiran pada tahun 2010 silam,” Ungkapnya dan di timpali Amri yang mengaku sebagai saksi pembelian tanah itu.

Selanjutnya masih keterangan dari masyarakat setempat bahwa sebelumnya saudara LD mengklaim lahan tersebut miliknya jadi patut diduga bahwa sekelompok orang yang melakukan pengrusakan dilahan Tumpal Pardede suruhan saudara LD, dan masyarakat setempat juga menduga sekelompok orang yang melakukan pengrusakan dilahan Tumpal Pardede merupakan anggota dari salah satu Ormas yang ada di Kota Pematangsiantar.

Arnol Sebayang selaku Ketua FKPPI Rayon Siantar Martoba memberi keterangan kepada awak media ketika dikonfirmasi (15/07/2023), “Saudara Tumpal Pardede Anggota Bela Negara FKPPI Rayon Siantar Martoba dan yang melakukan pengrusakan itu sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab bukan Ormas karena jelas terlihat dalam Rekaman Video mereka (sekelompok Orang layaknya preman) tidak memakai baju loreng dari Ormas yang ada di Siantar” Ungkap Arnol Sebayang.

“Kalau memang mereka mengatas namakan Ormas kita siap melakukan perlawanan dilapangan, karena ini Negara Hukum jadi segala sesuatu masalah harus dilakukan sesuai dengan prosedur Hukum bukan dengan cara mereka seperti Premanisme” Lanjut Arnol Sebayang.

Arnol Sebayang juga menyampaikan bahwa laporan polisi yang dibuat oleh saudara Tumpal Pardede akan kita kawal sampai tuntas, “Kita akan mengawal Laporan Polisi Saudara Tumpal Pardede” Tutup Arnol Sebayang kepada awak media.

Hal senada di ungkapkan Sekjend FKPPI 0216 Kota Pematangsiantar (17/07/2023) “Mereka sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, dan anggota kita sudah melakukan langkah yang tepat dengan membuat laporan ke Polres Kota Pematangsiantar, Premanisme mesti diberantas Aparat Penegak Hukum Kota Pematangsiantar” Ungkap Sekjend FKPPI 0216 Kota Pematangsiantar.

“Anggota kita sudah Standby kalau mereka mengatas namakan Ormas, kita selalu membantu masyarakat, tidak mesti Anggota kita saja yang kita bantu, masyarakat pun kita bantu, karna Masyarakat bukan musuh tapi mereka perlu dibantu” Pungkas Sekjend FKPPI 0216 Kota Pematangsiantar.

Dan diakhir wawancara awak media dengan Sekjend FKPPI 0216 dikantor Pengurus Cabang FKPPI 0216 Kota Pematangsiantar, salah seorang anggota FKPPI 0216 Kota Pematangsiantar yang bernama Teguh Harahap mengatakan, “saya baca dipemberitaan diduga sekelompok orang yang melakukan pengrusakan dilahan Tanjung Tonga itu suruhan orang, kalau hal ini terbukti berarti mereka patut diduga sekelompok pesuruh, dan diduga sekelompok orang itu anggota Ormas, kalau hal itu terbukti kuat dugaan mereka Ormas Premanisme yang meresahkan masyarakat Kota Pematangsiantar” Tutup Teguh Harahap. (Red)